Senin, 10 Desember 2012

MUSLIM MODIS TAPI SYAR’I

Assalamualaikum sahabat
MODIS. Sepertinya kata yang satu ini sudah melekat dengan asik di telinga kita ya? mengikuti yang lagi ngetrend dan lagi di gandrungi. dan, ternyata itu tak hanya lekat dengan kehidupan orang-orang diluaran sana. Modis pun kini telah akrab di kehidupan para Muslim dan Muslimah. ada yang salah dengan modis? Ah, jangan terlalu cepat mengambil keputusan, kawan. mari kita bincang-bincang santai dulu.
Baju dan penampilan itu penting, apalagi di zaman sekarang” sebuah kalimat yang okeylah, ada setujunya ada ga stujunya. Meskipun ada yang lebih penting dari penampilan oke, yaitu akhlak yang terpuji. Namun tentu saja, penampilan itu masih merupakan hal penting, terutama dalam hal berbusana. Kalau ga mau berbusana, udah deh, ke hutan Biologi aja! :p. Pis pis bercanda doang.
Sebagai umat islam yang Insya Allah tetap berpegang teguh dijalanNya, berpenampilan kita boleh lah pake kacamata item,sepatu bermerek, tapi juga harus mematuhi koridor2 islam yang pernah dicontohkan oleh Rasulullah salallahu ‘alaihi wassalam.
Sekarang kita bahas isbal, Oke buat para mas bro, tau Isbal? Isbal diambil dari kata “Asbala izaarahu”, yang artinya “menjuraikannya”. Jika dikatakan “asbala fulanun tsiyabahu” artinya orang tersebut memanjangkan dan menjuraikan pakaiannya sampai ke tanah”.
 Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Ada tiga orang yang tidak diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat nanti, tidak dipandang, dan tidak disucikan serta bagi mereka siksaan yang pedih.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut tiga kali perkataan ini. Lalu Abu Dzar berkata,
“Mereka sangat celaka dan merugi. Siapa mereka, Ya Rasulullah?”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,
“Mereka adalah orang yang isbal, orang yang suka mengungkit-ungkit pemberian dan orang yang melariskan dagangannya dengan sumpah palsu.” (HR. Muslim no. 306).
            Nah, dari hadist diatas sudah jelas kan sobat kalau bahaya isbal itu seriiing sekali disepelekandan digampangkan. Padahal sesungguhnya, masalah ini merupakan masalah yang serius jika kita berusaha untuk menjadi muslim yang juga mukmin. Kalau temen-temen pahami, isbal ini sering terkait pada isbal karena rasa sombong. Maka dari itu ada sebagian yang menganggap,  “Menurut saya gpp asal ga ada rasa sombong”.
Semakin jauh kita meninggikan celana, semakin jauh juga jarak kita terhadap “orang biasa”. Bahkan muslim “biasa” pun terkadang juga agak segan (atau enggan) terhadap para cingkrangers ini. Nah, apalagi dengan yang noni?? (noni=non islam). Terkadang juga melakukan sunnah akan membuat kita merasa dikucilkan, atau parahnya memang bener2 dikucilkan, tapi jangan ke geeran lah kalau kita dikucilkan. Emang siapa elu?? :p
Untuk mengatasi keadaan seperti tadi, dan tentunya agar kita mudah berbaur (namun jangan sampai melebur) adalah dengan tetap melakukan Sunnah dari Rasulullah salallahu ‘alaihi wassalam semampu kita, dengan celana maksimal sampai batas mata kaki. Oke, MAKSIMAL sampai mata kaki. Sudah saya bold dan uppercase. He2. Mungkin begitulah sedikit trik dari kita menghadapi ke Heterogenan masyarakat ^_^
            Masih mau lanjut????  Masih ya, Kemudian jeens, ini sebenarnya pengamatan saya aja sih. Kok mayoritas makhluk yang sering di Masjid ga pake jeans. Emang dilarang yah? Apa Cuma selera?? Dan apa Cuma dipikiran saya aja??? Soo. Akhirnya cari-cari tau deh, semoga bermanfaat ^_^
Dan hal2 yang tidak ada dalilnya, kita kembali ke Al ‘Urf (melihat keadaan negri dan masyarakat masing2). Memakai jeans ditempat kita tidak bisa dihitung tasyabbuh (menyerupai) orang kafir disini. Sehingga kesimpulannya, boleh-boleh aja kok pakai jeans . Yang terpenting adalah kita tidak memakai pakaian jeans yang ketat. Okay?.Modis boleh, keren boleh, jeans boleh, gamis boleh, asal kita tetep menjaga dan mengamalkan sunnah dan tetap syar’i, right?? “Lakukan yang wajib, giatkan yang sunnah”
Masih lanjut kan, PARESTESIA tahu ngak apa tu parestesia????Kalo di kamus kedokteran, kita bakal ketemu arti kata Parestesia, yaitu: perasaan sakit atau abnormal seperti kesemutan, rasa panas seperti terbakar, dan sejenisnya. Gangguan saraf parestesia gampang dikenali. Gejalanya berupa kesemutan yang lama-kelamaan berubah menjadi mati rasa. Kesemutan terjadi lantaran terganggunya saraf tepi, saraf yang berada di luar jaringan otak di sekujur tubuh. Hal itu terjadi umumnya karena ada tekanan, infeksi, ataupun gangguan metabolisme. Gangguan saraf itu menyebar ke sekujur tubuh hingga ke permukaan kulit. Dalam jangka panjang, gangguan seperti itu bisa menyebabkan kelumpuhan, terutama di kalangan penderita kencing manis.
Nah, salah satu sebab Parestesia nih, karena kita memakai pakaian yang ketat. Celana ketat dan baju ketat, apalagi celana yang berbahan kulit dan jeans. Ya itu tadi, saraf tepi kita terganggu karena tekanan (baju ketat), yang nantinya membuat sistem saraf menurun fungsinya. Celana ketat juga mengakibatkan sirkulasi pembuluh darah di lipat paha yang mengalirkan darah ke kaki tertekan. Padahal di lipat paha itu ada arteri, pembuluh darah besar yang biasanya dipakai memasukkan kateter oleh ahli jantung.
Secara kesehatan aja tuh pakaian yang serba ketat sudah tidak baik. Allah emang paling Keren, mensyariatkan agar Muslimah mengenakan baju yang longgar dan tidak membentuk lekuk tubuhnya. Allah Maha Tahu yang terbaik bagi hamba-Nya.
Jadi masih pengen pake baju ketat?  
Selanjutnya nantang perang lo, Kenapa saya bilang nantang perang? Kita tahu lah, orang yang nantangin perang itu biasanya berani, berani menerjang apa saja yang penting kelihatan eksis. Begitu juga dengan pakaian ketat yang melekat dan kerudung gaul yang diputer-puter dan dililit-lilitin kekepala, ingin tetap eksis. Padahal jelas itu banyak mengundang bahaya, preman-preman geje yang tertarik melihat lekuk tubuhnya dan berkata dalam hati “ini sasaran empuk, shalihah tapi seksi”. Masya Allah, semoga kita terhindar dari hal itu.
Kebayang nggak sih betapa ngerinya jika ada yang berpikiran kotor saat melihat kita. Apakah kita tidak bertanggungjawab? Tentu saja kita akan dimintai pertanggungjawaban karena sudah memancing orang lain berpikiran nakal! “jewer”he
Ayok perhatikan lagi jilbab yang syar’i itu gimana, Islam sendiri telah mengatur bagaimana cara Muslimah berpakaian dan menutup aurat. Yah, tau sendiri lah, aurat wanita kan seabreg-abreg, hampir seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan aja yang bukan aurat(gimana lagi sih ya, wanita makhluk istimewa ).
Wahai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang-orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk di kenal karena itu mereka tidak di ganggu.Dan Allah adalah maha pengampun dan penyayang. (Al Ahzab.59).
Arti kata jilbab ketika Al Quran diturunkan adalah kain yang menutup dari atas sampai bawah, tutup kepala, selimut, kain yang di pakai lapisan yang kedua oleh wanita dan semua pakaian wanita, ini adalah beberapa arti jilbab seperti yang dikatakan Imam Alusiy dalam tafsirnya Ruuhul Ma`ani. 
Sudah jelas sebenarnya kewajiban berjilbab buat Muslimah dan rambu-rambu berjilbab sesuai syariat tuh kayak apa. Naaaaaaaaaaaaaah, sayangnya nih, kadang-kadang mba-mba yang berjilbab sudah syar’I itu justru bikin Muslimah lain yang belum berjilbab syar’I males ngikutin. Kenapa ??
Pernah baca buku Asma Nadia yang judulnya “Jangan Jadi Muslimah Nyebelin”? Nah, ini salah satu sebabnya muslimah lain males mengikuti dan cenderung ingin tampil ngikutin trend yang malah jadi geje. Tidak jarang kita temukan Muslimah dengan jilbabnya yang lebar tapi bau badan merebak kemana-mana sampe yang lewat mau pingsan(berlebihan), atau pake baju yang tabrak lari seribu tiga. Nih ya, pake rok warna ungu bunga-bunga, baju warna biru trus jilbab warna coklat. Walaaaaaaah, bikin sakit mata. Atau mungkin bajunya sudah pas warnanya tapi ternyata kusut nggak disetrika dari atas sampe bawah. Hmmm……
Allah itu Indah, dan mencintai keindahan…..(HR. Bukhari-Muslim)
Allah tuh cinta keindahan, dan Allah juga Maha Melihat. Masa iya kita dilihat Allah dimana-mana nggak indah banget kayak gitu.hoho

Bukan maksud saya mengajarkan dandan heboh buat tepe2 atau sejenisnya. Tapi saya cuma menyarankan agar kita bisa berpenampilan rapi. Rapi&Indah tidak sama dengan berpenampilan heboh kayak orang mau tepe2 atau pamer atau berlebihan atau over gahol. Cukup berpenampilan sederhana, syar’i, serasi, bersih, rapi, dan menyejukkan jika dipandang
Menurut saya itu justru akan membuat imej Islam yang cinta keindahan lebih diterima oleh masyarakat 
Yuk, jadi muslimah yang MODIS tapi tetep syar’i, indah, dan mencintai keindahan…seperti yang diajarkan Pencipta kita yang Super Keren.^_^

Akhirkata apabila ada kesalahan saya mohon maaf dan apabilah ada kelebihan itu datangnya dari ALLah.Wasslm

0 komentar:

Posting Komentar