Sabtu, 29 September 2012

proses dan kesabaran.

Assalamu ‘alaykum wr.wb

Saudaraku yg dicintai Allah ada sedikit kutipan kecil yg smoga bermanfaat,sbnrnya septi blm pantas menulis ini tapi septi berharap kutipan ini dapat menjadikan saudara dewasa dan paham akan arti penantian,,
Kisah ini sangat mengharukan buat ku namun septy berharap smoga  saudaraku yg mmbaca merasakan hal yg sama..(heheiiii..)J 
Ada seorang akhwt Ulya namanya.Dia berkenan mengirimkan dan membagikan tulisan melalui e-mail tentang perjalanan ta’arufnya dengan seorang lelaki.
Berikut cuplikannya:

Ketika itu , sudah hampir tujuh bulan proses ta’aruf Ulya berjalan,Dia mengakui,,masa penantian selama itu cukup membebaninya.Hubungan mereka berlanjut tanpa adanya kepastian.
Ketidak menentuan itu disebabkan si ikhwan tidak diizinkan menikah oleh ibunya sebelum kakak perempuannya menikah dan si ikhwan pun belum mempunyai dana untuk pernikahan.Menurut Ulya,ikhwan itu sosok yang menyayangi keluarganya.Hanya saja dia Heran.
“jika sudah mantap denganku harusnya dia bisa memperuangkan kedua cintanya,tak perlu dikorbankan salah satunya.Jika berani memulai berarti harus berani berjuang.Harusnya dia sudah tahu apa yang mesti dilakukan,’’ungkap Ulya mengenai isi hatinya.
Setahungenap sejak proses ta’aruf berlangsung,ikhwan itu menyampaikan keputusannya kepada Ulya.
“Aku tak tahu kapan perjuangan kita akan berakhir,Ul.Aku tak mungkin membantah ibuku,menyakiti kakakku dan seperti yg engkau tahu aku belum mempunya dana untuk itu.Aku tak tahu kapan kakakku akan menikah.Aku tak tahu kapan ibuku memberi restu.Aku tak tahu kapan aku mendapatkan dana untuk meminangmu.Dan aku pun tak tahu jika kita melangsungkan hubungan ini apakah perjuangan kita ini akan berhasil nantinya?
Akutakut belum bisa memberikan kepastian padamu dan keluargamu.Seharusnya kita realistis.Tak mungkin kita nyaman menjalani hubungan tanpa kepastian.Aku tak ingin membebanimu.Mungkin kita belum berjodoh saat ini.Kalaupun kita berjodoh,biarlah aku yang mencarimu.Tapi kau tak perlu menungguku,Ulya..!!”
Sontak kata-kata si ikhwan itu membuat Ulya diam.Airmata pun tak bisa dibendung lagi.
“Aku hanya seorang gadis biasa yang sudah cukup mengerti akan cinta,perjuangan dan pengorbanan,”Ulya berkata-kata,menegarkan diri.Sungguh betapa dalam perasaan dan harapan Ulya pada ikhwan itu.
Ulya melanjutkan.”Akhi,odoh itu dipilihkan oleh Allah.Manusia hanya berusaha dan berdo’a.Hanya itu kewajiban kita.Hailnya serahkan pada Allah.Aku hanya menaruh harap,dan catatan takdirlah yang pada akhirnya menentukan segala-galanya.Jika dengan sedikit kesabaran akan membuat takdir berpihak pada kita,kenapa tidak kita coba untuk sebentar lagi?It’s just the matter of time.Kelak jika waktunya sudah tiba untuk kita mengerti,maka Allah akan mempermudah jalan kita.”
Ikhwan itu bergeming,menyimak perkataan Ulya.
“Akhi,tak ada gunung yang terlalu tinggi untuk didaki.Dan tak ada perjuangan yang tersiakan.Tak ada pula do’a yang tak didengar.Bukankah nilai suatu keberhasilan dihadapan Allah diukur dari usaha yang tak pernah putus asa,bukan dari hasil akhir?Maka izinkan aku terus berjuang dalam harap dan do’a meski tanpa antum,karena aku tak bisa memaksa antum berjuang bersamaku.Tapi tolong tetaplah berdo’a dan usah lelah untuk meminta kepada-Nya , Akhi…”
Dalam munajat tak berujung,Ulya masih memercayai pertolongan Allah.Dengan kalimat mendalam,ia ungkap di kertas origami setianya,,:
“Aku berharap do’a2ku menjelma kunang2.Terbang dan melesat tertiup angin,ratusan,ribuan,jutaan,bersatu menjadi bulatan cahaya.Indah berkilau,berhembus.Terbang menuju langit  ‘Arsy.Menghadap Tuhannya.Dan kelak,suatu saat dia mengepakkan sayapnya,menuju kembali padaku.Mengabarkanwahyu dari-Nya.Menitipkan sebuah takdir untukku.Do’a tak berujung ini tak akan pernah usai.Krena Ulya akan selalu menanti.”
Sahabatku , mari kita renungi kesabaran dan optimisme Ulya..selanjutnya mari kita melangkah.
          “Menunggu itu proses.Mencari itu juga proses.Proses yang hanya bisa dilaksanakan dengan sifat sabar.Jadi sabar adalah titikpersamaan bagi kedua proses tersebut,”ungkap seorang bijak.’jika kita bisa sabar dengan menunggu,teruskanlah.Jika kita sabar dengan mencari,teruskanlah.Jangan karena kita merasa telah lama menunggu,maka lantas mulai hilang kesabaran dalam proses mencari.Jangan pula karena kita merasa telah lama mencari,maka lantas hilang kesabaran dalam proses menunggu.”
          Saudara-iku,teruslah berikhtiar dalam mencari ataupu menunggu jodohmu…….(hehehehezzzzz…berjuang bareng yukkk untuk kebaikkan menuju ridho Allah….!!!)
Boleh jadi Allah sengaja menahannya untuk melihat sejauh mana ikhtiar dan kesabaranmu dalam menjemputnya.Sebab ada kalanya seorang baru dipertemukan dengan jodohnya setelah berikhtiar selama lima belas kali bahkan lebih..Dalam hal ini,bisakah engkau bersabar dalam berikhtiar,ataukah akan putus asa dan menyerah kalah?
Semua bergantung pada bagaimana engkau memahami arti penting ikhtiar dan kesabaran serta buruknya orang2 yg mudah putus asa..
“jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah.Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah,melainkan kaum yang kafir”(Q.s.Yusuf[12]:87)
Smoga smua dapat berjuang,hehhehehehheheJ
24/january/2012 2:46:20 PM
Dengan beberapa penambahan,,,,!!!

0 komentar:

Posting Komentar